Produksi Padi NTB 2025 Meningkat, Jagung Pipilan Turun
Mataram, Radar Rakyat- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat produksi padi pada tahun 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dimana Luas panen padi mencapai 322,90 ribu hektare, meningkat 14,62 persen dibandingkan 2024. Produksi padi juga meningkat 17,56 persen menjadi 1,71 juta ton GKG.
Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi NTB, Ir. Muhammad Ahyar, menjelaskan Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk juga meningkat 17,56 persen menjadi 973,14 ribu ton. Hal ini menunjukkan bahwa NTB masih menjadi salah satu produsen padi utama di Indonesia.
Namun, produksi jagung pipilan kering mengalami penurunan 2,86 persen menjadi 1,18 juta ton pada 2025. Luas panen jagung pipilan juga menurun 0,39 persen menjadi 173,09 ribu hektare.
Dijelaskannya bahwa penurunan produksi jagung pipilan disebabkan oleh faktor cuaca dan perubahan pola tanam. Namun, potensi luas panen jagung pipilan kering pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 80,93 ribu hektare dengan potensi produksi 0,56 juta ton.
Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya meningkatkan produksi pangan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian, serta memberikan dukungan kepada petani.
.png)