Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Bantah Klaim Stok Darah PMI Lombok Barat Meningkat 4 Kali Lipat.

Table of Contents


Lombok Barat, Radar Rakyat– Klaim ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat bahwa stok darah meningkat hingga 4 kali lipat dimasa kepemimpinannya pada periode 2025-2026  mendapat bantahan keras dari Gerakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Lombok Barat.  

Mujiburrohman, menilai pernyataan Ketua PMI Lombok Barat, Haris Karnain sebagai bentuk pembohongan publik. Menurutnya, berdasarkan penelusuran dan investigasi yang dilakukan aliansi, data tahun sebelumnya sudah menunjukkan angka stok darah mencapai lebih dari 2.000 kantong per bulan.

“Pertanyaannya, meningkatnya itu di mana jika klaimnya meningkatkan jumlah pemdomor dari 500 hingga 2,000 kantong, sebab datanya malah menunjukkan angka stagnan. Karena tahun lalu saja sudah 2.000 lebih per bulan,” tegas Muji.  

Ia mendesak Ketua PMI Lombok Barat untuk segera mempublikasikan data peningkatan jumlah pendonor darah sepanjang tahun 2025 agar masyarakat memperoleh informasi yang transparan sebagaimana undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. 

Muji juga menuntut pertanggungjawaban Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Lombok Barat terkait pengelolaan darah karna penempatannya disinyalir bermasalah sebagai ASN Lobar yang prosesnya menunggu hasil pemeriksaan DIKES, BKD dan Inspektorat lobar serta disinyalir  sarat KKN.  

“Kami Meminta pertanggungjawabannya sebagai ASN Lobar yang masih bermasalah, terlebih posisinya sebagai seorang kepala yang bertanggugjawab terhadap  realisasi pendapatan dan belanja di UDD Lombok Barat, jangan hanya Masyarakat saja yang dihimbau berbondong bondong melakukan donor darah” .tegas.

Selain itu, ia menyinggung adanya dugaan teror terhadap staf di markas PMI dan UDD Lombok Barat. Haitami berharap agar Ketua PMI Lombok Barat segera melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

 “Segera laporkan ke pihak berwajib donk,?jangan dibuat seolah-olah ini menjadi playing victim yang mengaburkan substansi persoalan yang sedang bergulir hari ini soal PMI Lombok Barat,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, ia juga mendorong pihak Kejaksaan untuk terus terbuka terhadap proses dan perkembangan laporan masyarakat mengenai dugaan penggelapan dan korupsi dana pengelolaan darah di PMI Lombok Barat. Ia meminta Kejaksaan Negeri Mataram untuk melakukan gelar perkara hasil pemeriksaan dugaan tersebut secara transparan.  

“Kami minta Kejari Mataram agar melakukan gelar perkara terkait hasil pemanggilan saksi-saksi dan pengurus PMI Lombok Barat,” Bebernya. 

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak menekankan bahwa keterbukaan informasi dan akuntabilitas lembaga kemanusiaan seperti PMI sangat penting demi menjaga kepercayaan publik, terutama dalam hal vital seperti ketersediaan darah bagi masyarakat.  

Sebelumnya, Ketua PMI Kabupaten Lombok Barat Haris Karnain buka suara atas laporan dugaan korupsi di Kejaksaan Negeri Mataram senilai Rp150 juta. Menurutnya, selama tahun 2025 PMI Lombok Barat tidak menerima hibah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.  

Dalam kasus ini, kata Haris, PMI Lombok Barat belum menerima informasi resmi terkait detail sumber dana yang dilaporkan oleh pelapor. Ia menegaskan PMI menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan akan bersikap kooperatif dalam memberikan informasi sesuai ketentuan yang berlaku.  

“PMI Lombok Barat juga mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menjaga situasi yang kondusif sambil menunggu informasi resmi dari pihak berwenang,” kata Haris dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).  

Sebagai lembaga kemanusiaan, Haris menambahkan, PMI Lombok Barat senantiasa berupaya menjalankan pengelolaan keuangan dan tata kelola kelembagaan secara terbuka, profesional, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Hingga saat ini, proses audit dan evaluasi pengelolaan keuangan oleh kantor akuntan publik independen masih berjalan sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas organisasi.