Polda NTB dan Tim TPID Sidak Pasar, Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil Jelang ldul Adha

Table of Contents

Mataram, Radar Rakyat– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Satgas Pangan NTB dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan kestabilan stok dan harga bahan pokok di pasaran. Melalui inspeksi mendadak (sidak), tim menyasar dua pasar utama di Kota Mataram, yakni Pasar Kebon Roek, Ampenan dan Pasar Mandalika, Sandubaya, Kamis (21/05/2026).

Sidak tersebut melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Ditreskrimsus Polda NTB, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Perum Bulog Kanwil NTB, Bank Indonesia Perwakilan Mataram, hingga Dinas Perdagangan Kota Mataram.


Kegiatan ini dipimpin Satgas Pangan NTB di bawah koordinasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB. Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol. FX Endriadi, S.I.K., melalui Kasubdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Moh. Nasrullah, S.I.K., menegaskan bahwa sidak tersebut merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga kestabilan pangan di NTB.


“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok di wilayah NTB tetap terjaga,” jelas Kompol Moh. Nasrullah.


Dari hasil pemantauan di Pasar Kebon Roek dan Mandalika tim menemukan bahwa stok berbagai kebutuhan pokok masyarakat masih tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman. Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan.


Menurut hasil analisa Satgas Pangan, perubahan harga tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan dan ketersediaan stok di pasaran.

“Beberapa komoditas mengalami kenaikan karena tingginya permintaan, sementara yang lain turun akibat stok melimpah,” ujarnya.


Komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya beras premium beberapa merek dan gula pasir curah. Namun kenaikannya dinilai masih dalam batas wajar, masih sesuai HET


Sementara itu, sejumlah bahan pokok justru mengalami penurunan harga, seperti cabai merah keriting, cabai rawit hijau, beberapa merek beras premium, daging ayam, telur ayam ras, udang segar, kacang hijau, hingga tomat. Penurunan tersebut dipicu oleh melimpahnya pasokan di pasaran.


Kompol Nasrullah menjelaskan bahwa perubahan harga yang terjadi relatif kecil.

“Besaran kenaikan maupun penurunan harga cukup tipis, berkisar antara Rp100 hingga Rp500,” katanya.


Langkah Antisipasi Inflasi dan Perlindungan Konsumen


Sidak pasar yang dilakukan Satgas Pangan dan TPID NTB ini menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Dengan pengawasan rutin, pemerintah berharap distribusi pangan tetap lancar dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.


Selain memantau harga, tim juga berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi distribusi barang dan kendala yang dihadapi di lapangan.


Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan nyata terhadap stabilitas pangan di NTB, terlebih menjelang momen-momen tertentu yang biasanya memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.